Proyek Drainase Di Kilometer 10, Diduga Asal Jadi Dan Kurang Pengawasan

Daerah

Tobaforindo – Sorong PBD| Drainase yang sedang dikerjakan dengan sistem dinding pancang (sheet pile), yang seharusnya berfungsi sebagai dinding penyanggah tanah untuk mencegah longsor pada saluran, mengalami masalah kualitas pekerjaan dan di duga kurang pengawasan kerja.
Karena kondisi dinding pancang yang kasat mata pecah dan patah. Hingga memunculkan pertanyaan serius terkait mutu material dan pelaksanaan proyek.

Proyek yang berada tepat di kawasan Lampu Merah Kilometer 10, lintasan padat pengguna jalan di Kota Sorong.

Pantauan awak media dilokasi proyek tersebut jumat 06/02/2026.
Pekerjaan proyek dilaksanakan oleh pihak kontraktor yang identitasnya belum diketahui secara jelas.
Hal ini dikarenakan di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi atau papan rencana proyek.

Para pekerja yang berada di lokasipun enggan memberikan jawaban saat dimintai keterangan mengenai proyek tersebut.

Kekhawatiran publik akan daya tahan dinding pancang Drainase tersebut timbul akibat pengerjaan konstruksi yang diduga asal jadi.
Selain itu, tidak adanya papan proyek dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara atau daerah.

Pengamatan di lapangan, aktivitas proyek tetap berlanjut meskipun ditemukan indikasi kerusakan pancangan.

Demi mendapatkan informasi, awak media ini telah mencoba mengonfimasi ke pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sorong melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari Kadis PUPR.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan dinding pancang tersebut dan langkah perbaikan mutu pekerjaan yang akan dilakukan.

Masyarakat berharap Dinas PUPR Kota Sorong segera memberikan klarifikasi tentang pekerjaan proyek drainase tersebut bersama pihak pelaksana proyek. (/RG.Tim)