Tobaforindo.com – Sorong PBD | Sebuah pelabuhan atau bandar yang berlokasi di kawasan Tanjung Kasuari, Distrik Suprau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, diduga beroperasi secara ilegal tanpa mengantongi izin resmi dari instansi berwenang. Dugaan ini mencuat setelah media ini melakukan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan hasil pantauan, terlihat sejumlah kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) sandar di area pelabuhan tersebut. Selain itu, beberapa unit alat berat tampak terparkir di sekitar lokasi yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas bongkar muat material.

Aktivitas kepelabuhanan yang berlangsung cukup aktif itu menimbulkan pertanyaan terkait legalitas operasional pelabuhan, mengingat tidak terlihat adanya papan informasi resmi mengenai status izin maupun pengelola pelabuhan.
Sejumlah warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa pelabuhan atau bandar tersebut telah lama beroperasi. Menurut informasi yang beredar di masyarakat, pelabuhan itu disebut-sebut dimiliki oleh PT Salawati Motor. Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait perizinan resmi, baik dari pemerintah daerah maupun instansi teknis kepelabuhanan.

Keberadaan pelabuhan yang diduga ilegal ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait aspek keamanan, keselamatan pelayaran, serta potensi kerugian negara akibat aktivitas yang tidak melalui mekanisme perizinan yang sah.
Warga berharap pihak berwenang, baik Syahbandar, Dinas Perhubungan, maupun aparat penegak hukum, segera melakukan pengecekan dan penertiban apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pelabuhan maupun instansi terkait. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Kasus dugaan operasional pelabuhan tanpa izin ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum demi memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Hermanto Pardosi)



