Puluhan Ribu Penonton Padati Final Pangaribuan Cup 2026, Oppung Padot Gultom Jadi Sorotan

Daerah

TOBAFORINDO – Pangaribuan | Final Pangaribuan Cup 2026 di Lapangan Godung HKBP Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan, Sabtu (22/8/2026), berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Puluhan ribu masyarakat disebut memadati lokasi pertandingan untuk menyaksikan laga puncak antara PSP versus Rahutbosi Onan.

Kerumunan penonton yang memenuhi kawasan lapangan menjadi gambaran tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola. Sejak sebelum pertandingan dimulai hingga peluit panjang dibunyikan, atmosfer pertandingan berlangsung semarak.

Menariknya, kemeriahan final tidak hanya berhenti pada pertandingan. Oppung Padot Gultom menjadi salah satu sosok yang mendapat perhatian setelah memberikan dukungan sebesar Rp25 juta pada penghujung laga.

Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kegiatan olahraga masyarakat sekaligus dorongan agar generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasinya melalui sepak bola.

Dukungan Rp45 Juta
Selain Oppung Padot Gultom, dukungan juga datang dari Bupati Tapanuli Utara sebesar Rp10 juta dan Bupati Samosir Vandiko Gultom sebesar Rp10 juta.
Dengan demikian, total dukungan dari ketiga tokoh tersebut mencapai Rp45 juta.
Final Pangaribuan Cup 2026 turut dihadiri Forkopimca Pangaribuan serta anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara dari Dapil VI, Selamat Pakpahan dan Toman Balige Silitonga.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah semarak partai puncak sekaligus menunjukkan perhatian terhadap perkembangan olahraga di tengah masyarakat.
Rahutbosi Onan Tundukkan PSP 2-0
Di atas lapangan, Rahutbosi Onan tampil efektif dan berhasil mengalahkan PSP dengan skor 2-0.
Kemenangan tersebut mengantarkan Rahutbosi Onan sebagai Juara I Pangaribuan Cup 2026, sedangkan PSP meraih Juara II.

Sorak-sorai penonton pun pecah ketika pertandingan berakhir. Para pemain Rahutbosi Onan merayakan kemenangan bersama para pendukung setelah memastikan trofi berada di tangan mereka.
Final Berlangsung Aman dan Kondusif
Besarnya jumlah penonton tidak mengurangi suasana aman dan tertib selama pertandingan. Final Pangaribuan Cup 2026 berlangsung aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Masyarakat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan final yang dapat berjalan dengan tertib meskipun antusiasme penonton sangat tinggi.
Kondisi tersebut menjadi catatan positif bagi penyelenggaraan turnamen. Semangat kompetisi di lapangan dapat berjalan beriringan dengan sportivitas dan ketertiban di tengah masyarakat.
Jepri Pakpahan Apresiasi Semua Pihak
Ketua Panitia Pangaribuan Cup 2026, Jepri Pakpahan, bersama seluruh panitia, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen hingga partai final.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Oppung Padot Gultom atas dukungan Rp25 juta, Bupati Tapanuli Utara atas dukungan Rp10 juta, serta Bupati Samosir Vandiko Gultom atas dukungan Rp10 juta.
Panitia juga mengapresiasi Forkopimca Pangaribuan, anggota DPRD Taput Dapil VI Selamat Pakpahan dan Toman Balige Silitonga, para pemain, official, wasit, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Menurut Jepri, keberhasilan Pangaribuan Cup merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Tanpa dukungan semua pihak, Pangaribuan Cup ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik sampai pada partai final,” ujar Jepri Pakpahan bersama seluruh panitia.

Final Pangaribuan Cup 2026 akhirnya ditutup dengan kemenangan Rahutbosi Onan. Namun, yang tertinggal bukan hanya skor 3-0, melainkan juga catatan tentang puluhan ribu masyarakat yang hadir, dukungan para tokoh, sportivitas pemain, serta penyelenggaraan yang berlangsung aman dan kondusif.

Di tengah gegap gempita kemenangan Rahutbosi Onan, dukungan Rp25 juta dari Oppung Padot Gultom menjadi salah satu bagian yang memberi warna tersendiri pada pesta sepak bola masyarakat Pangaribuan.

Rahutbosi Onan membawa pulang trofi. Masyarakat membawa pulang kebanggaan. Dan Pangaribuan membawa pulang sebuah cerita tentang olahraga, kebersamaan dan persaudaraan.

(Sofian Candra lase)