Jembatan Baru di Dusun Simaninggir Tak Bisa Dilalui, Akses Jalan Usaha Tani Terputus

Daerah

Tobaforindo – Tapanuli Utara |  Senin 23 februari 2026.Pembangunan jembatan di Dusun Simaninggir, Desa Rahut Bosi Induk, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara menuai sorotan warga. Meski proyek tersebut telah selesai sekitar dua bulan lalu, hingga kini jembatan belum dapat difungsikan karena akses jalan penghubung di kedua sisi belum memadai.

Pantauan di lokasi menunjukkan ujung jembatan masih dipenuhi timbunan batu dan material kasar tanpa perkerasan jalan yang layak. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas, sehingga manfaat jembatan bagi masyarakat—khususnya untuk mendukung aktivitas usaha tani—belum dirasakan.

Warga menyebut situasi ini ironis karena jembatan dibangun dengan anggaran pemerintah, namun tidak diikuti dengan penyelesaian akses jalan pendukung. Padahal jalur tersebut merupakan jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian dari lahan warga menuju permukiman dan pasar.
“Sudah lama selesai, tapi tetap tidak bisa dilewati. Kami tetap harus memutar jauh untuk bawa hasil tani,” ujar salah satu warga setempat.

Sejumlah masyarakat berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera melakukan penimbunan dan pengerasan jalan agar jembatan dapat difungsikan sesuai tujuan pembangunan. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan agar proyek infrastruktur tidak terkesan setengah jadi.

Setelah Korlip Nasional Tobaforindo melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Rahut Bosi Induk terkait kondisi tersebut, pihak pemerintah desa memberikan penjelasan. Kepala Desa menyatakan bahwa kondisi jembatan yang belum langsung difungsikan itu dilakukan sementara waktu dengan tujuan menjaga kualitas bangunan.

“Kondisi jembatan itu memang sengaja dibiarkan sementara supaya kualitasnya lebih terjaga dan konstruksinya semakin kuat. Nanti akan difungsikan setelah kondisi dinilai benar-benar siap,” jelas Kepala Desa saat dikonfirmasi.
Meski demikian, masyarakat tetap berharap adanya kepastian waktu penyelesaian akses jalan menuju jembatan agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi warga, khususnya sektor pertanian.

(Sofian Candra Lase – Wartawan / Korlip Nasional)