TOBAFORINDO – Tapanuli Utara | Jumat,(19/06/2026)
Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pangaribuan Tahun 2026 resmi disampaikan dalam forum ramah tamah antara masyarakat Pangaribuan bersama Bupati Tapanuli Utara, Wakil Bupati, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di aula Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara pada kamis,18juni2026.
Momen ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang strategis konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyamakan persepsi arah pembangunan Kecamatan Pangaribuan ke depan.
Forum tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan, pimpinan OPD, Plt. Camat Pangaribuan Marhasak Simaremare, Koordinator Desa Kecamatan Pangaribuan Fridey Pakpahan, para kepala desa dari 26 desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat. Suasana berlangsung dinamis, terbuka, namun tetap dalam koridor dialog konstruktif.
Hasil Musrenbang Ditegaskan sebagai Peta Jalan Pembangunan
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa hasil Musrenbang 2026 Kecamatan Pangaribuan merupakan akumulasi aspirasi masyarakat yang telah disusun dan diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara serta kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah menempatkan hasil Musrenbang ini sebagai peta jalan pembangunan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan program prioritas tahun anggaran berikutnya.
Bupati Tekankan Realitas Pembangunan: Merata, Namun Bertahap
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa prinsip pemerataan pembangunan tetap menjadi komitmen pemerintah daerah. Namun ia juga menekankan bahwa realitas anggaran menuntut adanya skala prioritas yang tidak bisa dihindari.
Ia menegaskan bahwa pembangunan harus dijalankan secara terukur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Pembangunan harus merata, tetapi kita juga harus mendahulukan yang paling prioritas. Semua wilayah akan mendapat perhatian, hanya saja perlu bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah,” ujar Bupati.
Infrastruktur Masih Jadi Sorotan Utama
Dari hasil pembahasan, sektor infrastruktur kembali menjadi isu dominan, terutama kondisi drainase Pasar Pangaribuan yang dinilai membutuhkan penanganan teknis segera.
Pemerintah daerah memastikan akan melakukan survei lapangan serta penyusunan desain teknis sebagai dasar perencanaan pembangunan lanjutan.
Selain itu, alokasi anggaran sekitar Rp1,404 miliar untuk Kecamatan Pangaribuan pada Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada pembangunan irigasi, jalan desa, dan jalan usaha tani yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Pakpahan, Sigotom Soporaru, Padang Parsadaan, Rahut Bosi, Lobu Gala, Sibingke, dan desa lainnya.
Wakil Bupati: Pembangunan Bukan Instan, tetapi Proses
Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Lumbantoruan menyoroti pentingnya pemahaman publik terhadap proses pembangunan yang bersifat bertahap.
Ia menegaskan bahwa tidak semua program dapat langsung terealisasi dalam satu waktu karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi teknis.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang dialog yang sehat antara masyarakat dan pemerintah, dengan mengedepankan data dan fakta dalam setiap kritik dan masukan.
Fridey Pakpahan: Sinergi Desa Menjadi Kunci Percepatan Pembangunan
Dari unsur pemerintah desa, Koordinator Desa Kecamatan Pangaribuan, Fridey Pakpahan, menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan Pangaribuan terletak pada soliditas 26 desa yang harus terus dijaga dan diperkuat.
Ia menilai bahwa tanpa sinergi antar desa, percepatan pembangunan akan sulit dicapai secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Fridey Pakpahan didampingi Kepala Desa Silantom Julu, Trijan Simatupang, yang sama-sama menegaskan komitmen memperkuat koordinasi lintas desa dalam mendukung program pembangunan daerah.
Keduanya menilai bahwa kolaborasi antar desa bukan hanya bersifat administratif, tetapi menjadi fondasi sosial dalam memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Aspirasi Masyarakat Mengalir dalam Forum Terbuka
Sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Sabar Pakpahan dan Manuntun Pakpahan, menyampaikan berbagai aspirasi yang mencakup kebutuhan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan program pembangunan ke depan, dengan tetap mengacu pada skala prioritas dan ketersediaan anggaran.
Komitmen Dinas Sosial: Penguatan Pelayanan Harus Tepat Sasaran
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara, Rafles Gultom, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat pelayanan sosial di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pangaribuan.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Sosial akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar berbagai program bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Ramah Tamah Jadi Ruang Politik Pembangunan yang Lebih Terbuka
Selain penyampaian hasil Musrenbang, forum ramah tamah ini juga menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat Pangaribuan dengan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran OPD.
Di luar forum formal, masyarakat kembali menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara langsung, mencerminkan tingginya ekspektasi publik terhadap percepatan pembangunan di wilayah mereka.
Pemerintah daerah merespons positif dinamika tersebut dan menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan ditampung serta dikaji sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
Pangaribuan dan Arah Baru Pembangunan Kolaboratif
Hasil Musrenbang 2026 Kecamatan Pangaribuan yang disampaikan dalam forum ramah tamah ini mempertegas satu hal penting: pembangunan tidak lagi dapat dipandang sebagai kerja satu arah, melainkan kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis prioritas, penguatan sinergi desa, serta ruang komunikasi yang terbuka, Pangaribuan diarahkan menjadi wilayah yang tumbuh secara lebih terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Forum ini sekaligus menandai penguatan komitmen bersama bahwa masa depan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja bersama yang konsisten, terarah, dan saling menguatkan.
Tapanuli Utara, 19 Juni 2026
Laporan: Sofian Candra Lase
Redaksi: TOBAFORINDO.COM



