Sorong – Tobaforindo | Polemik terus bergulir di tengah masyarakat Folley distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat, terkait masalah lahn Dermaga Pelabuhan Folley.
Dermaga yang dibangun pada tahun 2013/2017 itu sudah selesai pembangunqn fisiknya yng diperkirakan luasan proyek 12.000 an meter dari lahan 50.000 an meter dengan memakai APBN.
Masalah timbul akibat masyarakat adat hak ulayat melakukan pemalangan menuntut ganti rugi lahan.
Andrianus Wanma meminta Mapolda Papua Barat Daya dalam hal ini Ditreskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol. Junov Siregar, S.I.K., segera memanggil Sekda dan Bupati Raja Ampat guna menyelasikan permasalahan tersebut dengan melakukan mediasi.
Adranus berharap mediasi ini bisa secepetnya terealisasi agar pemalangan Detmaga pelabuhan bisa di buka. Dan perekonomian masyarakat Misool bisa berjalan dengan baik karena akses dermaga sudah lancar.
Untuk sampai saat ini Dermaga pelabuhan Folley masid di palang masyarakat adat. Menunggu kepastian dari Pembada Raja Ampat, ucap Andrianus Wanma.
(Ringo)



