RESES TAHAP II DPRD TAPANULI UTARA DAPIL IV DI DESA PARLOMBUAN: KONSTRUKSI ASPIRASI MASYARAKAT, PROGRES PEMBANGUNAN, DAN PENGUATAN SEKTOR PERTANIAN

Daerah

TOBAFORINDO – Tapanuli Utara | Pelaksanaan Reses Tahap II Tahun Anggaran 2026 Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Selamat Pakpahan, dilaksanakan di Desa Parlombuan, Kecamatan Pangaribuan, Minggu (21/6/2026).

Secara normatif, kegiatan reses merupakan instrumen konstitusional DPRD dalam rangka menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Pembukaan Kegiatan
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol kebersamaan dan semangat kebangsaan. Pemerintah desa dalam sambutannya menegaskan bahwa reses menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Pandangan Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat Jonny Rasoki Gultom menyampaikan bahwa masyarakat Desa Parlombuan masih menghadapi tantangan utama pada sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, penguatan kelompok tani, bantuan alsintan, serta peningkatan infrastruktur jalan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dinamika Aspirasi Masyarakat
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan aspirasi secara berurutan:
Pertama, Danner Hasodoan Gultom menyoroti distribusi pupuk bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan pemerintah sehingga harga di kios penyalur dapat lebih seragam dan tidak membebani petani.

Kedua, Oppung Marlundu Gultom menyampaikan aspirasi terkait pembangunan jalan penghubung Desa Parlombuan menuju Sidagal. Ia menilai infrastruktur jalan merupakan faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Ia juga menyinggung pentingnya pemerataan bantuan sosial agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terakomodasi secara adil.

Ketiga, masyarakat juga menyampaikan perhatian terhadap pelayanan kesehatan, khususnya terkait kepesertaan dan administrasi BPJS Kesehatan, yang membutuhkan pendampingan informasi agar masyarakat memahami mekanisme yang berlaku.
Peran PSM dan Pendataan Sosial
Unsur Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menyampaikan bahwa seluruh aspirasi akan menjadi bagian dari proses pendataan dan verifikasi sosial secara berkelanjutan. PSM menegaskan pentingnya validitas data agar program bantuan sosial tepat sasaran.

PSM juga menyatakan bahwa seluruh masukan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan bantuan sosial akan dicatat serta diteruskan kepada instansi terkait sesuai mekanisme yang berlaku.
Komitmen DPRD
Dalam tanggapannya, Selamat Pakpahan menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan fungsi DPRD, baik dalam legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian dan infrastruktur dasar merupakan prioritas utama yang akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Tapanuli Utara.
“Aspirasi masyarakat merupakan dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Selamat Pakpahan.
Dukungan Pertanian: Bibit Mangga dan Durian Disalurkan
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Selamat Pakpahan menyalurkan bantuan bibit pertanian kepada masyarakat Desa Parlombuan berupa bibit mangga dan durian yang diberikan kepada petani setempat.

Bantuan ini diharapkan menjadi penguatan ekonomi berbasis pertanian jangka panjang serta mendorong diversifikasi tanaman produktif di wilayah desa.
Tujuan dan Progres Kegiatan Reses
Secara substantif, reses ini bertujuan sebagai mekanisme penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan, serta memastikan seluruh kebutuhan warga terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dari sisi progres, kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan sistematis. Isu yang mengemuka mencakup sektor pertanian, infrastruktur jalan, distribusi pupuk, pelayanan kesehatan, dan perlindungan sosial.

Selain itu, terdapat penguatan sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, PSM, dan DPRD dalam satu ruang dialog yang terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyerapan aspirasi berjalan lebih efektif dan komunikatif.
Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan pembahasan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara melalui mekanisme resmi dalam fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana tertib, partisipatif, dan dialogis. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya harapan terhadap peningkatan pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian dan infrastruktur dasar.
Secara konseptual, reses ini memperkuat fungsi representasi politik DPRD dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah berbasis kebutuhan (need-based development).

Dengan demikian, hasil reses di Desa Parlombuan diharapkan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
(Sofian Candra Lase)