TOBAFORINDO.com | Karyawan Divisi IV PT.DIS Kebun Sungai Talimun, Madina. Pekerja protes terhadap peraturan berlebihan yang di buat pimpinan Divisi perusahaan, yang di nilai aturan suka-suka, Jumat, 30/06/2023.
Beberapa pekerja menyampaikan keluhan yang mereka hadapi pada Wartwan Media ini (yang tidak mau namanya di sebutkan) sudah satu minggu lampu penerang/genset tidak menyala, sehingga mereka sulit memasak kebutuhan untuk di makan, namun pimpinan mereka tetap memaksa agar bekerja meskipun belum memasak, jika tidak maka HK mereka di matikan (gaji tidak di bayar).
Asisten dan Mandor Divisi perusahaan tersebut, sering menerapkan aturan dan mengambil keputusan sepihak, seperti curhatan karyawan tersebut, terkadang mereka bekerja namun HK mereka tidak di bayar, dan sebagian karyawan tidak diberikan pekerjaan dengan alasan tidak ada yang mau di kerjakan, sementara buah banyak yang busuk di pohon dan pelepah sawit tidak di pruni.
Pengakuan karyawan Perusahaan tersebut, terkadang mereka di perlakukan seperti layaknya budak, bukan sebagai rekan kerja, hingga banyak karyawan yang pergi akibat tidak tahan atas perlakuan kasar maupun kata-kata yang tidak manusiawi yang sering di ucapkan pimpinan mereka saat apel pagi dan saat memberikan tugas kerja di lapangan.
Harapan karyawan perusahaan tersebut, ada perhatian dari Disnaker, agar mereka bekerja di bayar sesuai dengan perjanjian kerja, dan mereka di perlakukan layaknya pekerja bukan di perbudak. Mereka ingin hidup sejahtera, namun hal itu sulit terjadi karena sudah bertahun-tahun mereka bekerja di perusahaan itu, namun hak mereka belum seperti yang di harapkan.
Beberapa pekerja pernah menyampaikan keluhan dan mengambil poto maupun video apa yang mereka, malah mereka mengalami intimidasi, di ancam bahkan sudah banyak yang di usir secara paksa tanpa diberi hak oleh perusahaan. (Darwin H/Mandailing Natal)



