MEMBENTUK PRIBADI YANG BERIMAN, KEMENAG KOTA PALU BERIKAN PENGAMALAN DAN PENELADANAN PERILAKU NABI KEPADA ANAK BINAAN LPKA PALU

Palu

TOBAFORINDO.com | Palu_Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu memiliki kewajiban dalam melaksanakan pembinaan kepribadian serta kerohanian bagi Anak Binaannya, dalam hal ini LPKA Kelas II Palu bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu dalam mengisi berbagai kegiatan yang bersifat kerohanian bagi Anak Binaan. (13/3)

Bertempat di Mushollah LPKA Kelas II Palu, kegiatan rutin yang bersifat kerohanian bagi anak binaan tersebut berlangsung dengan didampingi satu orang pengajar dari Kemenag Kota Palu dan satu orang staf pembinaan serta diikuti oleh sebanyak 20 orang anak binaan.

Salah satu Tim Pengajar Kemenag, Ust. Hader, mengatakan Sikap seorang muslim ketika mendengar nama Rasulullah disebut. Beliau menyampaikan bahwa sebagai seorang muslim wajib hukum nya untuk Bershalawat ketika nama Rasulullah disebut.

“Dijelaskan didalam Qur’an Surat Al-Ahzab 56 bahwa Allah memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk dapat Bersalawatlah dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan kepada Rasulullah”. Pesannya kepada anak binaan.

Selain materi yang disampaikan tersebut, seluruh Anak Binaan juga melaksanakan tadarus Al Quran bersama serta latihan membaca Al-Quran bagi Anak Binaan yang masih belajar. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat agar Anak Binaan dapat terus meningkatkan ketaqwaan serta menjadi bekal anak untuk dapat menjalani kehidupan nya setelah keluar dari LPKA dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Sementara itu, fandu selaku staf pembinaan yang ikut mengawasi pada saat itu, menyebutkan, terbentuknya karakter karena memiliki iman yang kuat serta tinggi pengetahuan agama. LPKA Palu akan terus berkomitmen serta berupaya dalam bekerjasama dengan stakeholder terkait dalam memberikan pembinaan terbaik bagi semua anak binaan yang ada di LPKA.

“Dengan adanya kegiatan pembinaan kerohanian yang konsisten dapat menguatkan dasar Anak Binaan dalam menjalani kehidupan, dengan adanya dasar yang baik maka dapat menghasilkan sifat, sikap, serta perilaku yang relatif lebih baik dari sebelumnya, serta tidak mengulangi kesalahan dan kenalakan Anak sebelumnya,” tegasnya. (Fin)