PANGARIBUAN – TOBAFORINDO | Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti Desa Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Minggu (7/6/2026), ketika ribuan umat Katolik memadati lokasi Perayaan Ekaristi dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan.
Peristiwa bersejarah ini tidak hanya menandai lahirnya pusat pelayanan gereja yang lebih dekat dengan umat, tetapi juga membawa kabar besar bagi dunia pendidikan di wilayah Tapanuli Utara. Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung, mengumumkan rencana pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan.
Kehadiran ribuan umat dari Pangaribuan, Garoga, Sipahutar, hingga Siatas Barita menjadikan perayaan ini sebagai salah satu momen keagamaan terbesar yang berlangsung di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam homilinya, Uskup Kornelius Sipayung menegaskan bahwa pembentukan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney merupakan langkah strategis Gereja untuk memperkuat pelayanan dan menghadirkan Gereja yang semakin dekat dengan kehidupan umat.
“Kuasi paroki ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman, persaudaraan, dan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat di wilayah yang terus berkembang,” ungkapnya.
Pernyataan yang paling menyita perhatian umat adalah rencana pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan. Menurut Uskup Kornelius, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang beriman, cerdas, dan berkarakter.
Kabar tersebut langsung mendapat dukungan dari Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat yang turut hadir dalam perayaan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dengan Gereja dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah dan gereja memiliki tugas yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Jonius di hadapan ribuan umat.
Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada Dewan Pastoral Paroki yang baru dilantik serta kepada Pastor Kuasi Paroki, Ronald Sitanggang, yang akan memimpin pelayanan umat di wilayah tersebut.
Ia mengajak seluruh umat Katolik untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Pelantikan DPP Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan dinilai sebagai tonggak sejarah baru bagi perkembangan Gereja Katolik di wilayah Tapanuli Utara. Selain memperkuat pelayanan pastoral, momentum ini juga membuka harapan besar lahirnya pusat pendidikan Katolik yang akan mencetak generasi unggul di masa depan.
Di tengah lautan umat yang memenuhi lokasi perayaan, satu pesan mengemuka: Pangaribuan sedang memasuki babak baru perjalanan iman dan pendidikan yang diyakini akan membawa dampak besar bagi generasi mendatang.
(Sofian Candra Lase)



