Empat Remaja Gunakan Uang Gereja untuk Miras di Matoa Homestay, Pemilik Mengaku Tidak Tahu

Daerah

Kota Sorong – Tobaforindo | Dugaan penyalahgunaan uang gereja oleh empat remaja untuk membeli minuman keras (miras) di Matoa Homestay menjadi perhatian masyarakat.

Peristiwa yang disebut terjadi di kawasan Jalan Sorong–Aimas KM 18,Klablim,Kota Sorong,Papua Barat Daya,kini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai pengawasan terhadap pelajar dan pengelolaan dana keagamaan.

Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah remaja diduga menggunakan uang gereja untuk membeli miras dan berada di Matoa Homestay.

Namun hingga kini,belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai hasil penyelidikan atas dugaan tersebut.

Saat ditemui di kediamannya pada Jumat (12/6/2026) malam,manajer sekaligus pemilik Matoa Homestay,Wahyu,menyatakan dirinya tidak mengetahui adanya aktivitas tersebut.

Wahyu yang mengaku sebagai purnawirawan TNI AD mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

“Saya tidak tahu-menahu dengan persoalan yang sedang ramai dibicarakan itu,”ujar Wahyu saat dikonfirmasi.

Kasus ini menjadi sorotan karena apabila terbukti benar,dugaan penggunaan uang gereja untuk kepentingan pribadi dan konsumsi miras dapat mencederai nilai moral serta kepercayaan masyarakat.

Selain itu,keterlibatan pelajar dalam aktivitas tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dari orang tua,sekolah,dan tokoh agama.

Hingga berita ini ditulis,belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Masyarakat berharap aparat dapat melakukan penyelidikan secara objektif dan menyampaikan fakta yang sebenarnya agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. (Hermanto Pardosi)