Cuaca Sumatera Barat Relatif Kondusif, Hujan Ringan Diperkirakan Terjadi di Kepulauan Mentawai

Daerah

TobaForIndo – Padang | Kondisi cuaca di wilayah Provinsi Sumatera Barat pada Senin (19/1/2026) diprakirakan cenderung stabil dengan dominasi langit berawan di sebagian besar daerah. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau.
Berdasarkan prakiraan resmi, hanya wilayah Kepulauan Mentawai yang berpotensi mengalami hujan ringan sejak pagi hingga sore hari, sementara wilayah daratan seperti Padang, Bukittinggi, Solok, Agam, Tanah Datar, hingga Pesisir Selatan diprediksi berada dalam kondisi berawan tanpa potensi cuaca ekstrem yang signifikan.

Pada periode pagi hari pukul 07.00–10.00 WIB, Kepulauan Mentawai diperkirakan sudah diguyur hujan ringan. Sementara itu, wilayah daratan Sumatera Barat akan didominasi cuaca berawan dengan suhu udara yang relatif sejuk sehingga mendukung aktivitas masyarakat.
Memasuki siang hingga sore hari pukul 13.00–16.00 WIB, kondisi cuaca di Mentawai masih berpotensi hujan ringan. Adapun sebagian besar kabupaten dan kota lainnya diperkirakan tetap berawan tanpa intensitas hujan berarti.

Pada malam hingga dini hari, BMKG memprediksi kondisi berawan masih bertahan di seluruh wilayah Sumatera Barat sehingga situasi cuaca relatif kering dan tenang.
Suhu udara di wilayah Sumatera Barat diperkirakan berkisar antara 16 hingga 31 derajat Celsius. Suhu terendah berpotensi terjadi di Kota Bukittinggi dengan kisaran 16°C, sedangkan suhu tertinggi diprakirakan mencapai 31°C di wilayah Pasaman Barat dan Padang Pariaman. Tingkat kelembaban udara berada pada rentang 54 hingga 100 persen, dengan kelembaban terendah tercatat di Payakumbuh.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kepulauan Mentawai, agar tetap waspada terhadap potensi hujan ringan dengan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Sofian Candra Lase)