
TobaForIndo.com | Simalungun, Kapasitas dan sikap fropesional humas Lapas Kelas II A Narkoba Raya bernama Eka diragukan.
Hal itu berani kita katakan dengan sedemikian, disebabkan kurangnya penyikapan dan pelayanan dari humas ini terkait kedatangan dua orang wartawan ke lapas tersebut dalam rangka bersilaturahmi dengan Kalapas yang belum berapa lama di lantik menjabat sebagai Kalapas di lapas tersebut
Namun sangat disayangkan sikap dan Atitude dari Eka selaku menjabat sebagai humas di lapas itu, sepertinya tak layak ia menjabat sebagai humas di Lapas Narkotika kelas IIA Pematang Siantar
Dengan beralibikan hendak apel pulang, Eka enggan untuk mempertemukan awak media ini / kami wartawan dengan Kalapas Robinson Perangin Angin.
Awalnya awak media ini dan seorang wartawan datang berkunjung ke Lapas tersebut pada hari Senin (30/Jan) pukul 15.00 wib, dalam rangka ingin bersilaturahmi dengan Kalapas yang baru dilantik menjabat sebagai Kalapas di lapas narkotika tersebut
Namun sangat di sayangkan setibanya kami di lapas itu, dengan seketikanya kami bertemu dengan humas lapas bernama Eka. Dan dengan secara tiba tiba pula Eka berujar kepada kami dengan nada tinggi
‘ Ada keperluan apa ?, ini kami mau apel , besok aja kalian datang !?.” Cetusnya secara tiba tiba kepada kami sambil ia berlalu meninggalkan kami dan langsung masuk ke ruangan kantornya yang terletak di lantai dua gedung lapas trrsebut
Sejenak kami terdiam atas ucapan Eka
Lantas awak media ini kembali bertanya terkait keberadaan Kalapas, kepada seorang pegawai lapas yang lain. Namun pegawai wanita tersebut kembali memganjurkan kami untuk menemui Eka di ruangan kantornya.
” Tadi kalapas disini bang, mungkin beliau lagi istirahat saya krang tau, namun ada baiknya pertanyakan aja kembali kepada pak Eka bang” Ujarnya kepada kami
Dengan disaksikan ibu sipir itu , dengan tanpa sungkan awak media ini mencoba mendekat dan merapat ke depan pintu ruangan Eka
Dan tanpa sengaja awak media ini melihat Eka dengan berpangkukan kedua tangannya diatas meja, ia letakkan kepalanya diatas kedua tangannya tersebut, dan terlihat juga oleh awak media ini, bahwa ruangan tempat kerja Eka, terlihat bagaikan gudang, Jorok dan berantakan, bahkan terletak di lantai kamar kerjanya tersebut sebuah Kasur beralaskan tikar tanpa mengenakan sprei.
Selanjutnya awak media kembali mempertanyakan terkait keberadaan Kalapas Robinson Perangin angin kepada Eka
Namun apa lacur, Eka masih saja menjawab nya dengan nada tinggi ,
” Kan sudah saya bilang tadi, pak kalapas tidak disini , jadi besok saja kalian datang ” Ujarnya seakan akannya membentak kami
Dengan selanjutnya tanpa pamit awak media ini dan seorang wartawan media online bergegas meninggalkan Eka dari lantai dua gedung lapas tersebut .
Kemudiaan. Awak media ini memcoba menghubungi Kalapas dan KPLP lapas tersebut, dengan melalui Chat Whatsaaap
Namun hingga awak media ini sampai dirumah, KPLP lapas bernama Ucok tersebut baru menjawab pertanyan awak media ini.
” Selamat sore bang , salam kenal dan semoga silatuhrahmi berjalan dengan baik ya bg ” Cetusnya menjawab pertanyaan awak media ini
Kemudian awak media ini mencoba menghubungi KPLP tersebut. Setelah ia angkat sambungan selluler dari awak media ini. Ujarnya
” Sorry bang saya masih ada acara keluarga ada baiknya bang, nanti boleh hubungi kembali saya pada pukul 22.00 wib atau besok pagi” Tegasnya keawak media ini
Selanjutnya awak media ini mencoba menghubungi Kalapas Robinson Perangin angin. Tak seberapa lama kemudian Kalapas tersebut langsung mengangkat sambungan telepon dari awak media ini. Ungkapnya dari sambungan seluler tersebut
” Sorry bang, tadi saya ada giat di tiga runggu , sehingga chat yang abg lontarkan kepada saya , enggan saya balas ‘ pungkasnya beralibi.
Selanjutnya awak media ini mencoba mempertanyakan terkait Attitude dari Humas bernama Eka dalam menyikapi wartawan.
” Sorry bang nanti kita tegur , ,lagian bang bisa jadi dia begitu, disebabkan mungkin, dia lagi ada problem kali bang” Ujarnya datar
Lanjutnya lagi, sekali lagi bang, saya mohon maaf ya bang. Dan apabila abang nantinya ingin ketemu saya , ada baiknya bang mohon hubungi saya terlebih dahulu, agar saya dapat mengatur waktu saya untuk dapat bertemu dengan orang abang. Tukasnya
(Deni.S)



