Sorong – Tobaforindo | Kapal Motor Penyeberangan (KMP) ARAR diduga mengalami kecelakaan saat berlayar.
Dugaan tersebut mencuat setelah terlihat adanya kerusakan cukup serius pada bagian lambung kapal yang diduga akibat kecelakaan sehingga benturan keras.

Pantauan kita jurnalis di Pelabuhan Penyeberangan Klademak,Kota Sorong,Senin (6/7/2026), memperlihatkan KMP ARAR sedang bersandar dengan kondisi lambung kapal mengalami kerusakan.
Bekas benturan tampak jelas pada sisi badan kapal sehingga memunculkan dugaan telah terjadi insiden di laut.
Hingga berita ini diterbitkan,belum diketahui secara pasti kapan kecelakaan tersebut terjadi maupun penyebab kerusakan yang dialami kapal KMP ARAR.

Belum ada keterangan resmi dari pihak operator kapal maupun instansi terkait mengenai kronologi kejadian tersebut.
Sejumlah warga dan pengguna jasa penyeberangan yang berada di pelabuhan turut memperhatikan kondisi kapal.
Mereka berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kerusakannya terlihat cukup jelas.Kami berharap ada penjelasan resmi sehingga masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,”ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena KMP ARAR merupakan salah satu kapal yang melayani transportasi laut dan menghubungkan sejumlah wilayah di Papua Barat Daya.
Keselamatan pelayaran menjadi aspek penting yang harus dipastikan sebelum kapal kembali beroperasi.
Kerusakan yang terlihat pada lambung kapal menimbulkan pertanyaan publik,apakah KMP ARAR masih layak dioperasikan untuk melayani penyeberangan.
Masyarakat berharap pihak operator dan otoritas pelayaran segera melakukan inspeksi menyeluruh serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik guna memastikan keselamatan penumpang sebelum kapal kembali berlayar.
Jurnalis masih berupaya mengonfirmasi pihak operator KMP ARAR,otoritas pelabuhan,serta instansi terkait untuk memperoleh informasi lengkap mengenai penyebab kerusakan,kondisi kapal,dan langkah penanganan yang dilakukan. (Hermanto Pardosi)



