TAPANULI UTARA – TOBAFORINDO | Upaya pencarian terhadap ABS (52), warga Lumban Toruan, Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Aek Batang Toru ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban ditemukan mengapung di wilayah Sihambing Simasom, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar tujuh kilometer dari titik awal kejadian di kawasan Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi menuju RSUD Tarutung untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban tiba. Tangis keluarga pecah saat melihat kondisi korban yang telah beberapa hari berada di aliran sungai.
“Kami berencana hari ini juga langsung memakamkan korban setelah dibawa pulang dari rumah sakit,” ujar B. Sihombing dari pihak keluarga.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (24/5/2026). Saat itu korban bersama rekannya, Luhut Pasaribu, pergi memancing ke Sungai Aek Batang Toru di kawasan Batu Hopit.
Sekitar pukul 10.00 WIB, keduanya tiba di lokasi dan sempat beristirahat di sebuah gubuk di pinggir sungai sambil menikmati kopi. Sekitar pukul 11.00 WIB, mereka mulai memancing di lokasi berbeda dengan jarak sekitar 15 meter.
Namun sekitar pukul 13.00 WIB, Luhut menyadari korban sudah tidak berada di tempat semula. Saat melakukan pencarian di sekitar sungai, saksi sempat melihat kepala korban muncul di tengah derasnya arus sungai.
Karena arus sangat kuat dan kondisi sungai cukup dalam, saksi tidak mampu memberikan pertolongan dan segera kembali ke perkampungan untuk meminta bantuan warga.
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 15.30 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan dari Polres Tapanuli Utara, BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah kecamatan, perangkat desa, BPD, dan masyarakat langsung melakukan pencarian intensif.
Tim pencari dibagi ke beberapa sektor untuk menyisir aliran sungai dari Batu Hopit hingga wilayah Pahae Julu. Medan terjal, debit air tinggi, dan derasnya arus sungai menjadi tantangan utama selama proses pencarian berlangsung.
Komunitas pecinta alam dan warga sekitar juga turut membantu pencarian melalui penyisiran darat hingga pemantauan menggunakan drone.
Camat Tarutung, Hendrik Lumban Tobing, yang turun langsung ke lokasi pencarian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Selama empat hari tim gabungan bersama masyarakat bekerja tanpa henti menyisir sungai hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus sungai sedang deras.
Sementara itu, Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walfon Barimbing, membenarkan penemuan korban tersebut.
“Saat ini korban masih berada di RSUD Tarutung untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Pihak keluarga turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian selama beberapa hari terakhir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim SAR, kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan seluruh masyarakat yang telah membantu tanpa mengenal lelah selama proses pencarian,” ungkap keluarga korban. (Sofian Candra lase)



