Tobaforindo – Samosir | Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., melaksanakan sosialisasi tertib dan keselamatan berlalu lintas kepada ratusan pelajar SMA/SMK HKBP Pangururan, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB di lapangan sekolah dan berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari siswa-siswi. Turut mendampingi Kapolres, Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti, S.H., M.H., Plt. Kasat Binmas IPDA H.L. Situmorang, dan personel lainnya.
Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Sekolah Athmen Mangatur Gunawan Naibaho, jajaran guru, dan pelajar.
Data Kecelakaan Pelajar di Kabupaten Samosir (2022–2026)
Sepanjang beberapa tahun terakhir, berbagai kasus kecelakaan berlalu lintas yang melibatkan pelajar dan anak sekolah di Kabupaten Samosir menunjukkan tren masalah keselamatan yang menjadi kekhawatiran warga dan aparat.
Pada Agustus 2023, seorang siswi berusia 15 tahun terjatuh dari sepeda motor ke aliran sungai saat menyeberangi Jembatan Siponot di Desa Sijambur, Ronggur Nihuta dalam perjalanan ke sekolah, dan tim SAR melakukan pencarian di lokasi.
Pada 16 Mei 2023, sebuah bus sekolah yang membawa 17 siswa SD Swasta Assisi Tomok masuk ke jurang di Simanindo. Sejumlah siswa mengalami luka berat dan ringan dalam kecelakaan ini.
Pada 21 September 2025, seorang pelajar SMP Budi Mulia Pangururan (14 tahun) tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di sekitar Kantor KPU Samosir.
Juga di 21 September 2025, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun tewas tertabrak dari belakang saat berada di Desa Hutanamora; pelajar itu dibonceng oleh rekannya ketika ditabrak oleh motor lain.
31 Juli 2025, tiga pelajar tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah bus angkutan yang membawa mereka masuk jurang di Desa Parmonangan — sebuah kecelakaan yang mengguncang komunitas sekolah-sekolah di wilayah itu.
Hingga awal 2026, belum ada laporan resmi khusus media lokal yang menyebut korban pelajar tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Samosir; namun razia dan upaya penertiban motor berknalpot brong ditingkatkan untuk mencegah kecelakaan pelajar saat berangkat sekolah.
Pesan Kapolres kepada Pelajar
Dalam arahannya, Kapolres Rina menegaskan bahwa kesadaran berlalu lintas harus dimulai sejak dini sebagai upaya menekan angka kecelakaan anak di jalan — data di atas menjadi contoh nyata urgensi sosialisasi seperti ini.
“Kepatuhan berlalu lintas harus dimulai sejak dini. Gunakan helm standar, lengkapi surat-surat kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan berkendara jika belum cukup umur atau belum memiliki SIM. Hindari perilaku berisiko seperti balap liar dan memakai ponsel saat berkendara,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa disiplin berlalu lintas mencerminkan karakter dan tanggung jawab, bukan hanya sekedar aturan.
Kapolres berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Teruslah belajar dan berprestasi. Utamakan keselamatan di jalan. Polres Samosir akan terus hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk generasi muda,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Polres Samosir menegaskan komitmennya memperkuat budaya tertib berlalu lintas serta mempererat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam upaya meminimalkan angka kecelakaan pelajar. (Sofian Candra Lase)



